Diary Cemong “Perubahan”

Huuuh, sudah lama aku gak nulis di diary kaya gini. gak tau pikiranku yang lagi kacau atau emang lagi gak ada waktu buat nulis ajah.

yah, intinya pagi ini aku pengin ngabari ajah, kalo beberapa hari kemarin kegiatanku cukup memakan energi dan pikiran, sehingga untuk menulispun sampai gak sempet. Yah biasalah kerjaan, mudah-mudahan berkah lah. aamiin.

Oh ya, sebenarnua aku kepengin meneruskan menceritakan lembaran-lembaran lama seorang Cemong ini, tapi nek tak pikir-pikir ,,, buat apa yah mikir-mikir… (hadddeh,,, metu maning cemonge,, xixixixi) Maksudnya ngapain juga kita terlelap dalam masa lalu. jadi kesimpulannya aku udahin aja ya, cerita masa laluku di Diary Cemong ini. Mendingan aku isi kegiatanku yang sekarang aja yah…..

………………………………………………………………………………………….. masa lalu ……………………………………………………

masa sekarang aku dah hampir 360ยบ berbanding terbalik dengan masa laluku yang katanya amburadul gitu, (tapi gak juga sih…. cemong). Kini aku punya aktivitas yang jelas-jelas bukan cita-cita dan juga gak pernah kepikiran dari seorang cemong ini.

Ya, kini aku dah mengabdi sebagai pengajar sudah hampir 10 tahun lebih. (gak krasa yah…) yah, entahlah apa yang terjadi, aku hanya mengikuti alur kehidupan ajah. Saat pertama kuliah aja kejadiannya cukup menarik. Perlu sedikit cerita kali yaa,,, pada saat itu aku lagi sibuk di dunia per “counter” an (jual pulsa) dan jasa pengetikan. Kemudian kakak ku yang seorang guru menyuruhku untuk menyiapkan data-dataku untuk mendaftar kuliah. Tapi aku gak tau, mau kuliah dimana. Beberapa hari kemudian aku mendapat panggilan untuk tes wawancara dari kampus tersebut. Aku pun bingung dan menanyakan kepada kakakku, “UNNES sih sekolah apa?” aku benar-benar gak tau sekolah apa itu. Dan perlu pembaca ketahui, yang namanya penjaga counter pasti tampilannya sesuka-suka dia, begitu pula aku. Keseharianku mengenakan celana jeans yang dah lapuk.. (sobek n bolong di sana sini.. xixixixx), rambut gondrong sepunggung, yah, pokoknya jauh lah dari kata rapi. Sedangkan sekolah itu dituntut untuk kerapian. Sehingga hatiku sempat berontak… Tidaaaaaaak….

Namun dengan perenungan dan penjiwaan tingkat dewa, aku putuskan untuk mengikuti saran dari kakak ku itu. Dengan sangat terpaksa aku potong rambutku, dan mencoba mencari celana katun yang dulu pernah aku gunakan saat aku kerja di Jakarta untuk aku kenakan pada saat panggilan tes wawancara.

Dan Bencana pun terjadi,, ternyata aku di terima di sekolah itu… (kenapa bencana????? ya.. karena cemong males sekolah…. hadddeh…. xixixixixi…. )

hari demi hari, seiring perjalanan waktu, yang tadinya aku males-malesan, namun ternyata materi dan suasana kampusnya terasa nikmat dan cocok dengan hati ini,,, cieeee hati… Oh ya perlu pemirsah ketahui, sejak aku diterima di sekolah itu, secara otomatis aku harus ngabdi di sekolahan yang sesuai dengan bidang jurusanku. Dan hal ini membuat aku mulai tidak konsentrasi dengan kerjaanku dulu (counter dan jasa pengetikan), aku percayakan kepada sohibku “Boim”. Karena kalau pagi aku ngajar, kemudian ngaso bentar, jam 2 siang aku dah harus berangkat kuliah. sehingga usaha counterku pun terabaikan.

Duuhhh, kesel juga ya….. istirahat dulu ya… nanti gampang dilanjut nulisnya…. si yu nek taim… xixixixi

 

 

Post Author: cemong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *