Masa SMA Yang Terbuang

 

Selepas SMP aku masuk ke sekolah kejuruan, harapanku selesai sekolah tersebut aku bisa mencari perkerjaan.
Dari sekolah perawatan sampai berusaha masuk ke sekolah teknik elektro. Namun akhirnya aku
masuk sekolah kejuruan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan (SMEA), karena memang cita-citaku waktu itu adalah
menjadi lulusan ahli elektro. namun apa daya pada saat mendaftar di STM aku tak berhasil mendafar gara-gara salah
stop map.

Masuk di SMEA sekolah yang terlalu asing buatku, namun aku tetap berusaha semangat dan mencoba mengikuti satu demi satu
pelajaran yang ada di sekolah ini. Dan akhirnya akupun bisa mengikuti pelajaran tersebut dan beberapa pelajaran
aku bisa menguasai dengan baik seperti akuntasi keuangan, surat menyurat, dan mengetik.

Di SMEA aku belajar mengalir apa adanya, karena memang aku tidak terlalu semangat mengikutinya. Namun ada beberapa kejadian
yang tak bisa aku lupakan di masa SMA ini, misalnya ternyata aku satu sekolah lagi dengan Boim, ya yang satu geng (cemong)
waktu SMP. Aku sekelas dengan dia waktu kelas 1 sekarang (X) dan saat kelas XI aku beda kelas namun di kelas XII aku sekelas dengan Boim lagi, sudah pasti kehebohan terjadi bila kami berdua ada di dalam kelas. Bahkan kami selalu
jadi rebutan teman-teman lainnya, mereka mengajak kami atau salah satu dari kami untuk sekedar membuat guyononan di kelas
sambil mengisi jam istirahat, atau jam kosong. Ini salah satu keuntunganku, kebetulan aku jarang bawa uamg saku, sehingga
bila aku diajak kumpul, pasti makanan sudah disiapkan. Haahahaha, lumayan jajan gratis….

Cerita lain yang mungkin tak terlupakan semasa SMA adalah saat aku masih kelas X, saat itu ada pelajaran kosong seperti biasa
bila ada pelajaran kosong sudah pasti kami segera melakukan acara wajib, jalan-jalan keluar lingkungan sekolah sambil udud (merokok). Namun karena aku tak merokok, aku hanya dibelikan permen oleh teman-teman. Itulah bentuk solideritas teman-teman kami saat itu, jadi kami bisa jalan bareng walau dengan cara yang berbeda. Ternyata acara keluar kelas dan udud tadi diketahui oleh wali kelas kami sehingga keesokan harinya kami dipanggil satu persatu maju di tengah lapangan, kebetulan saat itu waktu upacara bendera. Kami pun dihukum push up 25 kali, namun karena aku tak ikut merokok aku sempat protes kepada guru tersebut, namun katanya sama saja hukumannya, dengan perasaan dongkol aku tetap push up 25 kali. Sejak saat itu akupun dendam dengan guru tersebut, padahal guru itu adalah wali kelas lho… tapi tak peduli setiap beliau ngajar aku selalu buat gara-gara salah satu keahlianku yakni nylemong. Sehingga kelas selalu Grrrr akan clemongan atau celetukanku.

Hingga puncaknya yakni saat ada temanku yang bertanya, namun semua tidak ada yang bisa menjawab, termasuk guru tersebut. Dan beliau mengatakan “baik mungkin pertanyaan ini tidak bisa kita selesaikan sekarang nanti kita selesaikan lain waktu, saya nanti akan bertanya ke teman saya, teman saya kan banyak!” akupun nyletuk hahahah teman bu guru banyak hahah…. (banyak dalam bahawa jawa itu sama dengan angsa hewan sejenis unggas) sontak teman-temanku pun tertawa …… namun sebaliknya dengan guru tersebut beliau malah terdiam dan seperti menahan amarah yang sangat luar biasa.
Bahkan sambil terisak beliau mengatakan “Kalian kejam yah, masa saya disamakan dengan hewan….” Masih dengan isak tangis beliau keluar meninggalkan kelas kami. Bahkan hari-hari berikutnya beliau tidak berangkat dan tak pernah mengisi pelajaran di kelas kami. Dalam hati kok kajadian ini terulang lagi yah waktu SMP, Aku pun dengan teman-teman akhirnya berkunjung ke rumah beliau, menengok dan sambil meminta maaf atas kejadian kemarin. Sang gurupun akhirnya bisa tersenyum kembali dan bersedia mengajar kami lagi. Alhamdulillah….

Banyak cerita sih, tapi mungkin karena kurang semangat jadinya tidak terlalu membekas di hati, seperti saat PKL di tonjong, dan cerita lain.

Ambil yang baiknya aja ya, yang buruk dibuang saja….

Apa yang aku lakukan selepas SMA?

tube continued yah….

Post Author: cemong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *