Mudik 2017 Musibah atau Berkah

Ya, mudik tahun ini Musibah atau Berkah, mungkin dua kata itu yang sedang saya pikirkan saat ini.

Musibah buat siapa? Berkah buat siapa?

Ini sih hanya sebatas mata memandang ya, karena rumah saya kebetulan terletak di jalur pantura, yang terkanalnya kalau lagi ada acara mudik ini, tapi gak juga ding…. tapi nyatanya iya yah… ah tak taulah….

Bila musim mudik tiba di jalur pantura ini kan biasanya terjadi kemacetan yang luar biasa, sehingga banyak pemudik yang merasa kelelahan dan berhenti sejenak hanya untuk melepas kepenatan dan di jalur pantura inilah mereka para pemudik biasa istirahat. Dengan situasi seperti itu banyak pedagang-pedagang dadakan yang berjualan di sepanjang jalur pantura ini, berusaha meraih rupiah dari apa yang meraka jajakan. Kebanyakan mereka berjualan makanan dan minuman yang cepat saji, seperti sate kambing, soto ayam, mie ayam es teh, es kelapa, dll. Tapi untuk mudik 2017 tahun ini saya lihat di tempat-tempat berjualan yang ada di depan rumah saya ini terlihat sepi, tidak seperti tahun-tahun lalu. Bahkan biasanya bila waktu menjelang buka puasa jalan di depan rumah saya ini akan macet luar biasa. Malah ada beberapa pedagang walau masih H-1 ini meraka sudah menutup warung dadakannya itu. Ternyata ini adalah akibat dari lancarnya jalur pantura di depan rumah saya ini, sehingga tidak banyak pemudik yang beristirahat di jalur pantura ini.

Musibah buat siapa, berkah buat siapa? tapi saya yakin para pedagang ini sudah memiliki mental baja sehingga mereka tetap semangat dan akan tetap terus mencoba meraih rezeki sebanyak mungkin, dan berkah dari lancarnya jalur pantura ini mungkin adlah yang merasakan si pemudik itu sendiri, mereka jadi lebih cepat sampai di tujuan masing-masing, jadi cepat bertemu dengan sanak family yang mereka rindukan. Semoga ini akan terus berkelanjutan semakin baik lagi di masa yang akan datang. bagi penjual dadakan, jangan patah semangat ayo terus mencari rezeki Allah yang takan pernah habis ini, jangan sampai berputus asa.

Post Author: cemong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *