Mudik, Dari Mana Sebenarnya Asal Kata Ini?

MUDIK…

Pulang kampung alias mudik menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia. Bertemu dengan keluarga menjadi momen yang paling dinanti usai seseorang menjadi perantau di luar tanah kelahirannya.

Namun, mungkin banyak yang ingin tahu, dari mana sebenarnya asal kata mudik?. kami akan merangkum beberapa asal kata mudik dari beberapa sumber.

Dikutip dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) online, definisi mudik adalah: (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang (mudik) sampai ke Sakayu; 2 cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg (mudik); (mudik) menyongsong arus, hilir menyongsong pasang, pb tt usaha yg mendapat rintangan dr kiri dan kanan namun diteruskan juga; belum tentu hilir (mudik) nya, pb belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dl soal yg kecil-kecil maupun dl soal yg besar-besar; ke (mudik) tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya, pb suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya.

Sementara menurut Wikipedia.org: kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa Ngoko yaitu mulih dilik yang berarti mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain: pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik.

Adapula dalam pergaulan masyarakat Betawi, mudik dianggap sebagai sebuah kata yang berasal dari bahasa Betawi yang berarti pulang.

Kata tersebut merupakan antonim dari kata milir yang berarti pergi. Milir merupakan turunan dari belilir yang berarti pergi ke arah utara. Ini dapat diartikan karena tempat usaha para pedagang Betawi berada di wilayah utara, yakni di pelabuhan Sunda Kelapa.

Saat para pedagang berdagang maka mereka akan milir ke arah utara. Setelah selesai berdagang, mereka pun kembali pulang ke rumah yang berada di wilayah selatan. Inilah yang mereka sebut dengan mudik, yang mereka artikan sebagai menuju udik.

Itulah beberapa asal kata mudik. Selamat Mudik!

Copas dari beberapa sumber

Post Author: cemong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *