Petualangan Sang Cemong Part. 1

Awal petualanganku selepas SMA, Ku bekerja di Bekasi, tepatnya Pasar Sumber Arta. Gak tau sekarang masih ada pa nggak yah, sudah lama gak ke kesana. Di sini aku bekerja sebagai pelayan toko, tepatnya toko bahan pakaian. Namun toko kami tidak jual bahan sembarang bahan, bahan-bahan yang kami jual adalah bahan impor dari luar negeri, sehingga toko kami cukup ramai pengunjung. Di Bekasi aku hanya bekerja selama 6 bulan karena sesuatu hal, yang gak perlu aku ceritain deh, gak etis kayaknya. Intinya saya mengundurkan diri dari situ.

Selepas dari Bekasi Aku kembali menganggur di kampung, dan ini sungguh sangat menjenuhkan bagiku. Sehinga tak lama aku ditawari pekerjaan lagi sama kakakku, untuk menjadi seorang Office Boy. Awalnya aku tak tau apa pekerjaan ini, namun setelah datang dan menggeluti, ya, akhirnya paham juga. Tepat di daerah Jakarta Barat tepat perbatasan dengan Jakarta Utara, Yakni Sekolah Yayasan Harvard, (masih gak yah sekarang??) Disitu tingkat pendidikannya dari SD, SMP hingga SMA, hingga kelasnya cukup banyak, dan aku bersama temanku (Iwan) bekerja sebagai ofiice boy sekaligus tukang sapu, sekaligus tukang jaga malam, yah, karena kami juga tidurnya di sekolah itu, jadi kami ya, kaya jaga malam juga di sekolah itu. Namun bagiku tetap aku jalani dengan cara profesional, dan kami tetap semangat tanpa mengeluh  terus bekerja. Namun sekali lagi di sini aku juga bekerja hanya 6 bulan, dan penyebabnya hanya masalah miss komunikasi, atau entah apalah aku tak tau, intinya aku merasa bangga aja pernah bekerja sebagai seorang office boy multi talenta, (tukang sapu, tukang jaga malam juga)

Sekalli lagi aku menganggur di kampung halamanku tercinta, dengan liku-liku yang semakin meliku, akhirnya aku putuskan untuk tetap pergi ke Jakarta, walau belum ada pekerjaan pasti. Ya, aku ikut kakak yang sudah bekerja di tempat saudaraku juga, namun aku hanya numpang tinggal aja di daerah Bintaro, (wuiiiih keren Bintaro coy,,, walau pinggiran…) Di sini, sambil menumpang aku juga tidak tinggal diam, sambil baca koran Pos Kota dan denger Radio, barangkali ada lowongan perkerjaan, kami pun pasti mengirim surat lamaran, atau mendatangi alamat sesuai dengan iklan yang tertera.

Pernah, aku bersama sahabatku BOIM (Imam) mencoba melamar pekerjaan di salah satu iklan koran POS KOTA, disitu tertulis dibuthhkan tenaga ADM, waah, cocok nih,pikirku, sehingga aku dan Boim tanpa ragu segera melengkapi persyaratan surat lamaran pekerjaan, dan dengan langkah pasti kamipun meluncur berusaha mencari alamat perusahaan tersebut. Yakni di di daerah ROXY, akhirnya kami pun berhasi menemukan perusahaan tersebut. Pandangan pertama aku sudah curiga, sepertinya ini ada yang tidak beres, karena perusaan atau kantor yang kami cari sepertinya hanya sebuah RUKO, dan setelah kami masuk, memang ternyata benar, banyak barang-barang dagangan seperti, panci, kompor dan alat-alat rumah tangga lainnya. Ini pasti pekerjaannya sales, pikirku. Dan ternyata benar setelah kami melakukan interviuw, kami disuruh untuk menjual barang-barang tadi yang kami jumapi di lantai bawah. Dengan rasa dongkol kamipun mengundurkan diri, untuk tidak melamar pekerjaan ini. Karena yang kami harapkan kan kerja di bagian ADM, bukan sales.

Begitulah semasa di rantau suka duka menyertai kami, kami berganti-ganti teman dari kampung, ada yang bertahan, ada yang tidak akhirnya pulang, ada yang datang lagi, jadi tempat kami bisa di bilang sebagai base camp nya kampung kami jika ingin pergi merantau ke Jakarta.

Singkat cerita kakakku yang masih nganggur mendapat tawaran pekerjaan dari temannya di sebuah perusahaan pribadi yang menjual kartu HP, waktu itu masih bernama SATELINDO. Perusahaan tersebut bisa dibilang agen resmi Satelindo saat itu. Cukup ternama juga provider ini saat itu karena saingan waktu itu ya hanya Telkomsel. Dan pada suatu kesempatan akhirnya aku di tawarin juga oleh Perusahaan kakakku, dan tempat tugasku yang pertama adalah di MALL Citraland. Banyak kenangan di tempat ini, banyak kisah, banyak cerita baik suka maupun duka, salah satunya adalah kisah TRISAKTI, mungkin bisa dibilang aku adalah saksi hidup, hanya saja aku tidak melihat secara langsung, mungkin aku hanya sebongkah cerita di balik Tragedi Trisakti ini. Karena aku berada di dalam Mall CitraLand, yang pada saat itu situasi sangat genting…..

Mungkin kisah ini nanti akan aku ceritakan nanti ya…. soalnya ceritanya lumayan seru dan menegangkan… sedangkan aku sekarang dah ngantuk neh….

tobe continued yah….

 

Post Author: cemong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *